Wilayah Kerja Puskesmas Bumijawa

 

DEMOGRAFI

 Kecamatan   Bumijawa   merupakan   salah   satu   wilayah   kecamatan   di Kabupaten Tegal yang terletak di daerah pegunungan, tepatnya di lereng Gunung Slamet. Jarak antar desa yang terbentang dari desa Guci ke desa Carul merupakan terjauh yakni 25 km.

Luas  Kecamatan  Bumijawa  adalah  8.854,70  hektar  terdiri  dari  25,68% merupakan  lahan  sawah  yaitu  seluas  2.273,80  hektar.  Dari  luas  lahan  sawah tersebut 1.593,20 hektar diantaranya merupakan lahan sawah beririgasi, dan 636,50 hektar  lainnya  merupakan  sawah  tadah  hujan.  Lahan  sawah  yang  ditanami  padi sebanyak satu kali dalam setahun seluas 635,70 hektar, sedangkan 1.638,10 hektar lainnya ditanami padi sebanyak dua kali atau lebih dalam setahun. Sedangkan lahan kering   terdiri   dari   1.265,35   hektar   merupakan   bangunan   dan   pekarangan, tegal/kebun  1.569,80  hektar,  hutan  rakyat  758,45  hektar,  serta  hutan  negara 2.421,00  hektar.  Sementara  566,30  hektar  digunakan  untuk  kawasan  lainnya, seperti  makam,  lapangan,  jalan,  dan  sebagainya.

Terdapat  sebanyak  18  desa  di Kecamatan  Bumijawa  yang  seluruhnya  berstatus  pemerintahan  desa.  Wilayah kecamatan  Bumijawa  berada  di  ujung  sebelah  selatan  ibukota  Kabupaten  Tegal. Batas-batas Kecamatan Bumijawa sebagai berikut:

Sebelah Utara                      : Kecamatan Balapulang

Sebelah Timur                      : Kecamatan Bojong

Sebelah Selatan                  : Kabupaten Brebes, Kabupaten Purbalingga

Sebelah Barat                      : Kabupaten Brebes


Gambar 1.1

Peta Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah



A.   KEADAAN PENDUDUK

1.      Jumlah dan Persebaran Penduduk

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bumijawa Tahun 2020 adalah 91.616 jiwa. Penjabaran mengenai jumlah dan persebaran penduduk dapat di lihat di poin dibawah ini :

a.    Luas Wilayah                            : 63,36 km2

b.    Jumlah penduduk                     : 91.616 jiwa

c.    Jumlah penduduk laki-laki        : 47.325 jiwa

d.    Jumlah penduduk perempuan : 44.291 jiwa

e.    Jumlah Rumah Tangga            : 19.843 jiwa

f.     Kepadatan penduduk               : 1.446 jiwa/km2

Distribusi penduduk menurut wilayah desa di kecamatan Bumijawa seperti terlihat pada grafik di bawah ini :


Grafik 1.1

Jumlah Penduduk di Kecamatan Bumijawa Menurut Desa

Tahun 2020


Sumber : BPS Kabupaten Tegal, 2020

Berdasarkan grafik 1.1 maka dapat diketahui bahwa jumlah penduduk tertinggi terletak di Desa Bumijawa yaitu sebanyak 12854 penduduk. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada di desa Carul yaitu sebanyak 1103 penduduk.

Konsentrasi penduduk di suatu wilayah dapat dipelajari dengan menggunakan kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk menunjukkan rata-rata jumlah penduduk per 1 kilometer persegi. Semakin besar angka kepadatan penduduk menunjukkan bahwa semakin padat penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Kepadatan rata-rata penduduk di Kecamatan Bumijawa merupakan salah satu terbesar di Kabupaten Tegal sebesar 1446 jiwa per km2. Kepadatan penduduk berguna sebagai acuan dalam rangka mewujudkan pemerataan dan persebaran penduduk. Desa jejeg merupakan desa terpadat penduduknya dengan 2183 jiwa per km2, disusul Desa Bumijawa dengan 2128 jiwa per km2. Kepadatan penduduk menurut  Kecamatan dapat dilihat pada grafik berikut :


Grafik 1.2

Kepadatan Penduduk Menurut Desa

di Kecamatan Bumijawa

Tahun 2020


Sumber : BPS Kabupaten Tegal, 2020

Indikator penting terkait distribusi penduduk menurut umur yang sering digunakan untuk mengetahui produktivitas penduduk adalah Angka Beban Tanggungan atau Dependency Ratio. Angka Beban Tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang yang tidak produktif (umur di bawah 15 tahun dan umur 65 tahun ke atas) dengan banyaknya orang yang termasuk umur produktif (umur 15–64 tahun). Secara kasar perbandingan angka beban tanggungan menunjukkan dinamika beban tanggungan umur produktif terhadap umur nonproduktif. Angka ini dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi persentase dependency ratio menunjukkan semakin tinggi beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Angka Beban Tanggungan penduduk Kecamatan Bumijawa pada tahun 2020 sebesar 59. Hal ini berarti bahwa 100 penduduk Kabupaten Tegal yang produktif, di samping menanggung dirinya sendiri, juga menanggung 59 orang yang belum/sudah tidak produktif lagi.  Angka Beban tanggungan penduduk Kecamatan Bumijawa dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.1

Jumlah Penduduk dan Angka Beban Tanggungan

Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Usia Produktif dan Non Produktif

Di Kecamatan Bumijawa

Tahun 2020

No

Umur

Jenis Kelamin

Laki-laki dan Perempuan

Laki-laki

Perempuan

1

0-14

14969

13700

28669

2

15-64

29975

27575

57550

3

Diatas 65

2381

3016

5397

Jumlah

47325

44291

91616

Angka Beban Tanggungan

59

Sumber : BPS Kabupaten Tegal, 2020

Penduduk sebagai determinan pembangunan harus mendapat perhatian yang serius. Program pembangunan, termasuk pembangunan di bidang kesehatan, harus didasarkan pada dinamika kependudukan. Upaya pembangunan di bidang kesehatan tercermin dalam program kesehatan melalui upaya promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pencapaian derajat kesehatan yang optimal bukan hanya menjadi tanggung jawab dari sektor kesehatan saja, namun sektor terkait lainnya seperti sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor sosial dan pemerintahan juga memiliki peranan yang cukup besar. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan ketersediaan data mengenai penduduk sebagai sasaran program pembangunan kesehatan.

2.    Rasio Jenis Kelamin

Jumlah penduduk Kecamatan Bumijawa tahun 2020 sesuai dengan data BPS Kabupaten Tegal Tahun 2020 sebanyak 91.616 jiwa, yang terdiri atas jumlah penduduk laki-laki sebesar 47.328 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 44.291 jiwa. Rasio jenis kelamin pada tahun 2020 sebesar 106,9. Angka ini berarti bahwa terdapat 103 laki-laki diantara 100 perempuan. Dimana rasio tertinggi pada usia 35-39 tahun. Rincian rasio jenis kelamin penduduk Kecamatan Bumijawa tahun 2020 dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 1.3

Rasio Jenis Kelamin Menurut Usia

Di Kecamatan Bumijawa

Tahun 2020


Sumber : BPS Kabupaten Tegal, 2020

B.   KEADAAN EKONOMI

Kondisi perekonomian merupakan salah satu aspek yang diukur dalam menentukan keberhasilan pembangunan suatu negara. Produk Domestik Bruto per kapita merupakan Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Produk Domestik Bruto (tingkat nasional) dan Produk Domestik Regional Bruto (tingkat provinsi) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu.

Keadaan ekonomi masyarakat dapat diukur dengan beberapa indikator, yaitu rasio beban tanggungan, kepadatan penghunian rumah dan angka melek huruf. Rasio beban tanggungan di Kecamatan Bumijawa tahun 2020 adalah 59. jiwa. Artinya bahwa 100 penduduk Kabupaten Tegal yang produktif, di samping menanggung dirinya sendiri, juga menanggung 59 orang yang belum/sudah tidak produktif lagi. Kepadatan penduduk per km2 di Kecamatan Bumijawa tahun 2018 sebesar 1446  jiwa/km2.

Jika dilihat dari tenaga kerjanya, di Kecamatan Bumijawa merupakan kawasan pedesaan yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Pada tenaga kerja tersebut dapat menyerap 70% dari tenaga kerja yang ada. Serta  tenaga kerja terendah pada jasa kesehatan yaitu hanya 0,3% dari tenaga kerja yang ada. Data jenis mata pencaharian di Kecamatan Bumijawa dapat dilihat pada grafik berikut :

 Grafik 2.1

Jenis Tenaga Kerja Menurut Lapangan Usaha

Di Kecamatan Bumijawa Tahun 2020


Sumber : Statistik Kecamatan Bumijawa, 2020

C.   KEADAAN PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu indikator yang kerap ditelaah dalam mengukur tingkat pembangunan manusia suatu negara. Pendidikan berkontribusi terhadap perubahan perilaku masyarakat. Pendidikan menjadi pelopor utama dalam rangka penyiapan sumber daya manusia dan merupakan salah satu aspek pembangunan yang merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Untuk peningkatan peran pendidikan dalam pembangunan, maka kualitas pendidikan harus ditingkatkan salah satunya dengan meningkatkan rata-rata lama sekolah.

Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia. Peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan. Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki seseorang merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal. Semakin tinggi ijazah/STTB yang dimiliki oleh rata-rata penduduk suatu negara semakin tinggi taraf intelektualitas negara tersebut.

Analisis tentang kondisi pendidikan di Kabupaten Tegal dapat menggunakan dua indikator partisipasi sekolah, yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). Kedua ukuran tersebut mengukur partisipasi penduduk usia sekolah oleh sektor pendidikan. Perbedaan di antara keduanya adalah penggunaan kelompok usia "standar" di setiap jenjang pendidikan. Usia standar yang dimaksud adalah rentang usia yang dianjurkan pemerintah dan umum dipakai untuk setiap jenjang pendidikan.

APK adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu jenjang pendidikan. Angka ini merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. Hasil perhitungan APK ini digunakan untuk mengetahui banyaknya anak yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada wilayah tertentu. Semakin tinggi APK menunjukkan semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan pada suatu wilayah.

APK membagi jumlah siswa dengan tingkat pendidikan tanpa menggunakan batasan kelompok umur. Hal ini memungkinkan nilai APK yang melebihi 100%. Kondisi ini sering terjadi pada jenjang pendidikan SD/MI. Nilai diatas 100% ini terjadi karena terdapat penduduk dengan umur dibawah 7 tahun yang sudah bersekolah ditingkat sekolah dasar, atau penduduk yang berusia lebih dari 12 tahun yang masih bersekolah pada tingkat SD/MI. APK (Angka Partisipasi Kasar) digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui banyaknya anak yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada suatu wilayah. Semakin tinggi nilai APK semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah. Nilai APK bisa lebih besar dari 100% karena terdapat murid yang berusia di luar usia resmi sekolah. APK pada tingkat SD/MI  di Kecamatan Bumijawa tahun 2020 adalah 138,75%. Angka capaian ini sudah d target, yaitu sebesar 113%. APK pada tingkat Pendidikan Menengah Kecamatan Bumijawa tahun 2020 sebesar 74,11%. Angka ini belum memenuhi target tahun 2020, yaitu sebesar 99%.

Nilai APK ini kurang untuk mencerminkan kondisi pendidikan, karena memasukkan semua penduduk dalam jenjang pendidikan tanpa dibatasi dengan kelompok umur yang sesuai dengan tingkat pendidikannya. Sehingga diperlukan indikator yang lebih mencerminkan partisipasi sekolah, yaitu Angka Partisipasi Murni (APM).

APM adalah Proporsi dari penduduk kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah tepat di jenjang pendidikan yang seharusnya (sesuai antara umur penduduk dengan ketentuan usia bersekolah di jenjang tersebut) terhadap penduduk kelompok usia sekolah yang bersesuain. Nilai APM berkisar antara 0-100. APM menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya. Bila seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu, maka APM akan mencapai 100 persen. Secara umum, APM akan selalu lebih rendah dari APK karena APK memperhitungkan jumlah penduduk di luar usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan.

APM SD/SDLB/MI/Paket A Kecamatan Bumijawa tahun 2020 sebesar 68,02%. Angka tersebut lebih rendah dari target yaitu sebesar 99,93%. APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B Kecamatan Bumijawa tahun 2020 sebesar 19,56%. Angka ini terbilang sangat rendah dari target tahun 2020, yaitu sebesar 99,93%.

0 comments: